Kontinum.org – Jurnal Antiotoritarian Online

Teks

MANUFAKTURISASI PENDIDIKAN

October 30, 2011 by in Analisa, Blog with 5 Comments

 

 

 


              

              

              

              

              

              

Pamflet ini tidak ditulis sebagai kajian teoritis, melainkan sebagai analisa praktis dan alat perjuangan untuk mengintervensi logika keseharian dan pemahaman ortodoks mengenai situasi saat ini. Barangkali itulah mengapa kami memangkas banyak data dan informasi yang termuat dalam catatan kaki, kerangka-kerangka konseptual, dan detail-detail yang rumit, agar teks ini tidak tampil sebagai parade statistik yang menjemukan. Lagipula, dengan akses internet dan media massa tradisional yang berlimpah, setiap orang dapat dengan mudah menemukan, mengumpulkan dan menyusun data-data dan informasi tersebut.

Awalnya teks ini berasal dari diskusi internal reguler mengenai kapitalisme kognitif dan modus-modusnya di Indonesia. Keterlibatan (yang tidak penuh –dengan berbagai catatan kritis) dalam sebuah gerakan lokal memberikan kami sebuah pemahaman tambahan tentang represi, pendisiplinan dan penindasan-penindasan yang semakin marak. Hal ini mendorong kami untuk mendiskusikan keterkaitannya dengan kecenderungan kapitalisme saat ini.

Sebagai catatan teknis, seluruh basis analisa lebih terkonsentrasi pada pendidikan tinggi, yang tidak berarti bahwa represi maupun resistensi pada pendidikan menengah seperti pelajar SMU/SMK, tidak eksis. Lebih sempit lagi, kami lebih banyak mengulas mahasiswa, yang tidak berarti komponen lain seperti dosen dan karyawan tidak ada. Semuanya hanyalah masalah keterbatasan kapasitas kami yang menyusun pamflet ini di tengah-tengah kesibukan (kutukan?) sebagai pekerja urban.

Tesis yang disodorkan disini sangat sederhana, bahwa sebuah reorganisasi radikal di tubuh universitas-universitas dan lembaga pendidikan sedang diaransemen untuk mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan kapital global. Atau ada pergeseran di tubuh kapitalisme –dari industrial menjadi pos-industrial, dari rezim Fordisme ke pos-Fordisme, yang harus ditopang dalam institusi-institusi sosial seperti lembaga pendidikan.

Sebagaimana yang kami paparkan nantinya, pergeseran tersebut merupakan respon atas krisis yang melanda kapitalisme industrial (Fordisme) yang disebabkan oleh perlawanan-perlawanan dan insureksi global semenjak tahun 60-70an. Teknologi canggih tidak bisa dipandang melulu sebagai perkembangan dalam dunia sains dan teknologi, melainkan inovasi yang dikreasikan kapital sebagai senjata untuk memukul mundur perlawanan-perlawanan.

Pergeseran ke pos-industrial adalah hal yang sengit diperdebatkan di gerakan anti-kapitalis di Indonesia. Mungkin disebabkan oleh masalah ideologis, bahwa hanya proletariat industrial-lah satu-satunya kelas yang revolusioner, sehingga analisa-analisa mengenai perubahan dan dinamika baik dalam tubuh kapitalisme maupun masyarakat secara keseluruhan menjadi tidak relevan bahkan ditolak. Sebab lain yang lebih proporsional adalah debat mengenai kedudukan dan situasi industri dan kapitalisme ekstraktif di Indonesia, menyangkut populasi, persebaran, metode operasional, dan jejaringnya dalam ekonomi global.

Kami tidak mengatakan bahwa di Indonesia, sekonyong-konyong kapitalisme industrial dilikuidasi oleh munculnya kecenderungan pos-industrial dalam kapitalisme. Akan tetapi menurut kami, perubahan-perubahan tersebut eksis dan sangat penting untuk dipahami. Komoditi-komoditi baru bermunculan, lapangan kerja dan pengorganisiran kerja yang baru juga diterapkan, begitu juga metode eksploitasi baru ditemukan. Bukankah semestinya pola resistensi yang baru juga harus diciptakan dan tetap bermekaran? Oleh karenanya kita perlu awas dengan kecenderungan-kecenderungan mutakhir agar perlawanan yang diusung tetap relevan.
Tentulah kami tidak berupaya melakukan rekomposisi kelas –bahwa pekerja pendidikanlah (edu-worker) yang paling penting dan revolusioner karena berada di jantung produksi kapitalisme kognitif. Kami tidak tertarik dengan itu, melainkan hanya menunjukkan bahwa di setiap sirkuit produksi selalu ada potensi resistensi maupun resistensi yang potensial.

Lagipula, sama sekali tidak ada yang baru disini, karena kami hanya menyandingkan antara pengalaman dan pembelajaran, kegagalan dan kebangkitan, serta analisa dan praktek anti-otoritarian.

Menjelang penghujan…
Salam dari Kontinum!

 

Download pamflet

Tagged kapitalisme kognitif, , , , represi, universitas

Related Posts

5 Comments

  1. Nedy LudditiansyahNov 7, 2011 at 1:49 am

    teman2, versi pdf nya ga bisa dibuka tuh..

  2. kontinumNov 9, 2011 at 11:42 amAuthor

    Silahkan dicoba lagi. Link sudah diperbaiki. Makasih

  3. rblcNov 10, 2011 at 5:26 am

    masih tuh…muncul kaya gini

    Error 404 – Nothing Found
    The page you are looking for could not be found.

  4. F. Daus ARNov 10, 2011 at 7:30 am

    gimana ni kalau mau berpartisipasi tulisan ke jurnal ini,,trims

  5. kontinumNov 29, 2011 at 10:17 amAuthor

    Daus, coba kirim tulisanmu ke email kami.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Komentar
Flash News
Terbitan Terkini !