Reportase — August 19, 2010 11:59 am

“MOGOK ATAU TIDAK, PERUSAHAAN BISA SEENAKNYA PHK”

Posted by

Wawancara Kontinum dengan Buruh PT. Bomar Peserta Pemogokan

 

Kami bergabung dalam komite solidaritas pemogokan buruh untuk mendukung aksi-aksi buruh PT. Bomar seperti protes, blokade atau sekedar berbagi semangat di dinginnya malam atau teriknya siang hari. Dalam sela-sela aksi protes, di bawah tenda posko pemogokan kami selalu menyempatkan untuk berdiskusi, bertukar pikiran, atau melakukan wawancara dengan para partisipan pemogokan.

Berikut adalah salah satu adalah wawancara singkat yang kami lakukan dengan para buruh. Kali ini kami mewawancarai Rahmatia, satu dari seorang buruh perempuan yang terlibat dalam pemogokan ini. Rahmatia telah bekerja selama 7 tahun di PT. Bomar dan sampai saat ini statusnya masih tetap buruh harian lepas. Kami menemui perempuan berkerudung ini di tenda posko pemogokan. Ia bertutur mengenai alasannya bergabung dalam pemogokan dan sedikit pandangan mengenai gerakannya.

Apa yang membuat anda ikut dalam pemogokan ini ?

Karena yang di-PHK ini adalah pengurus kami di organisasi, merekalah yang telah membantu dan membela hak-hak buruh.

Banyak buruh yang tidak ikut mogok dan tetap bekerja. Apa tanggapan anda dan mengapa mereka tidak ikut mogok? Bagaimana hubungan mereka dengan kawan-kawan yang melakukan aksi?

Mungkin mereka tidak ikut mogok karena takut di-PHK dan punya tanggungan yang harus dibiayai. Perusahaan juga mengancam kalau mereka ikut mogok, atau kalau mereka tidak datang kerja akan dituduh ikut sama teman di luar. Perusahaan juga melarang mereka memberi bantuan. Tapi hubungannya tetap baik, masih biasa komunikasi.

Apa anda tidak takut akan di-PHK bila ikut mogok?

Tidak berpikir lagi di PHK atau tidak, karena mogok atau tidak, perusahaan bisa PHK kita kapan saja semaunya dia.

Bagaimana kondisi saat ini selama pemogokan?

Yah, capek. Keuangan semakin menipis, tidak ada pemasukan untuk bayar kos, atau transport sehari-hari dan bantu-bantu orang tua.

Apa yang sudah dilakukan Buruh selain pemogokan?

Kita sudah melakukan aksi di depan pabrik, sudah berapa kali. Ini supaya perusahaan mau berunding, karena kalau kita diam-diam tidak akan direspon. Tapi sampai sekarang perusahaan tidak mau menemui. Kita juga menghalangi  buruh lain masuk hanya supaya pihak perusahaan mau bertemu.

Mengapa buruh memilih melakukan perlawanan?

Ya, supaya perusahaan menjalankan hak-hak buruh. Karena upah tidak cukup, apalagi seperti kita yang harian lepas yang dibayar per jam, kadang cuma berapa jam kerja saja jadi cuma dapat 100 ribu perminggu. Juga tidak ada jamsostek , cuti haid dan aturan-aturan lain.

Selain aksi di pabrik, aksi lain yang sudah dijalankan? Dan apa sudah ada hasilnya ?

Kiita sudah aksi di DPR juga ke Disnaker, mereka sudah mendukung supaya perusahaan memenuhi hak normatif buruh, tapi perusahaan tetap tidak mau tanggapi.

Apa masih tetap percaya dengan instansi tersebut bisa selesaikan persoalan buruh?

Ya, percaya tidak percaya. Sudah berapa kali kesana tapi sudah 2 bulan ini tidak ada hasilnya.

Bagaimana jika harus menempuh jalur hukum (PHI) ?

Kita tidak mau, karena pasti akan lama. Bisa sampai 8 bulan selesainya, itu susah kita jalankan. Ini dua bulan saja kita sudah capek. Kalau ada, lebih baik  jalan lain saja yang lebih cepat.

Menurut anda, siapa sebenarnya musuh buruh?

Yah, perusahaan. Karena perusahaan tidak adil dengan kita. Padahal setiap tahun tambah maju. Dulu waktu masih awal pabriknya masih jelek tidak seperti sekarang, sudah jadi elit.

Kira-kira kenapa perusahaan bisa jadi lebih elit?

Karena buruh yang kerja. Sekarang perusahaan jadi tambah besar, mobilnya makin banyak, mesinnya tambah bagus. Dulu upah tidak naik-naik, nanti setelah kita semua demo baru dia naikkan.

Menurut anda, kerja yang layak itu seperti apa?

Yah, hak normatif dijalankan, misalnya yang harian lepas jam kerja cukup, upah juga. Ada cuti haid, tidak ditekan kerja. Kalau perusahaan dapat untung, buruh bisa dapat ‘uang kaget’. Kalau sakit tidak berbelit urus tanda tangan sana-sini. Kalau lembur, makanannya lebih enak, biasa kita cuma dikasih kepala ikan, bisa dikasih nasi lalapan. Ada juga mobil antar jemput. Yah seperti itu saja.

Bagaimana caranya supaya itu bisa terwujud?

Seperti ini mungkin, kita aksi. Supaya perusahaan mau penuhi.][

Print Friendly Print Get a PDF version of this webpage PDF
  • Share this post:
  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg

2 Comments

  • salam,

    sekedar masukan, kayanya pertanyaanpertanyaan wawancaranya kurang menggigit. terkesan mengawangawang ajah yeuh. mungkin bisa ditelusuri faktorfaktor “ketidaksadaran” yang nyebabin para pekerja industri itu ngelakuin aksi, yg nyoba keluar dr permasalahan yg tampak (ekonomi, PHK, dll).

    anyway, tulisantulisan kalian sangat menarik. tetap semangat kamerad :)

    http://www.katalis.tk

  • Salam juga.

    Terima kasih atas sumbang saran kamerad Katalis. Wawancara ini adalah salah satu dari sekian wawancara yang dilakukan oleh partisipan Kontinum merangkap (oh so-called) reporter kontinum.org. Laporan lainnya belum diterima.

    Memang belum tergali lebih dalam persoalan yang kamu usulkan, dan hal-hal lain yang lebih “menggigit“. Situasi di lapangan kadang membatasi narasumber/para pemogok untuk berfikir seperti apa yang kita inginkan. Tapi paling tidak, apa yang dilaporkan disini menggambarkan kondisi riil bagaimana pemahaman buruh industrial terhadap relasi kerjanya, relasi dengan organisasi-nya, impian-impian sederhananya (yang dalam beberapa jawaban tidak tereksplorasi). Kan ya? :)

    Terima kasih
    ps : untuk beberapa interview cek di film dokumenter yang lagi digarap

Leave a Reply

— required *

— required *

Load Times Plugin made by Cheap Web Hosting